Skip navigation

Ketika ART kami yang sebelumnya mengundurkan diri karena ingin mengurus cucunya yang baru lahir, kami tidak dapat berbuat banyak, selain mencoba mencari penggantinya. Berbagai penyalur ART kami hubungi, begitu juga dengan kenalan, teman, keluarga, hasilnya nihil. Begitu sulitnya kah mencari orang yang jujur dan mau bekerja?

Sepulangnya saya dari terminal Lebak Bulus mengantar ART saya yang akan mudik dan tidak kembali, saya melewati perempatan, saya berhenti di lampu merah. Saya perhatikan dari kejauhan mendekat seorang perempuan, usianya mungkin sebaya dengan ART saya yang mudik, menjulurkan tangannya meminta-minta, menjadi pengemis…

Ada yang salah di sini, batin saya…

Saya mencari ART, syaratnya pun gak berlebihan, yang penting jujur dan mau bekerja, susahnya bukan main.

Sementara dilain sisi, ada orang yang memilih untuk menjadi pengemis.

Salahnya apa? Kok bisa? Apa karena menjadi pengemis mendapat penghasilan lebih tanpa harus bekerja keras? Lalu, harga diri apa kabar? Susahkah menjadi orang yang jujur bekerja?

Mungkin masalahnya bukan karena tidak ada pekerjaan, tapi memang tidak mau bekerja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: