Skip navigation

Mungkin cocok kalo bangsa kita ini disebut bangsa yang suka curhat. Curhat merupakan akronim dari “Curahan Hati”. Mulai dari pemimpinnya, sang Presiden dan terlebih rakyatnya, semua suka menumpahkan isi hatinya, baik terang-terangan didepan publik, secara sembunyi. Terbuka secara gamblang atau disisipkan dalam cerita tertentu, alias curcol – curhat colongan.

Ya, seperti inilah, saya curhat secara colongan dalam tulisan berjudul curhat.

Kita sering dengar, Pak SBY, mengeluarkan unek-unek dan isi hatinya sebagai pemimpin negara dan sebagai seorang SBY pribadi. Masalahnya, terkadang, apa yang dirasakan sebagai pribadi, tercurahkan dipublik, dan publik tentu akan menganggap curahan hati ini sebagai curahan hati seorang presiden dengan jabatannya, bukan sebagai SBY secara pribadi.

Baru-baru ini juga saya terpaksa berhenti dan keluar dari mailing list profesi karena belakangan isinya melulu soal curhat dan jauh dari kepentingan saya semula sebagai anggota mailing list tersebut. Semula banyak diskusi menarik seputar profesi engineer, tapi sekarang berisi curahan hati para engineer, ada yang soal THR, gaji, bonus, kerja di luar negeri, sampai soal nasionalisme. Ya sudah, karena kepentingan saya sudah tidak ada lagi, buat apa tinggal disana?

Tapi curhat gak selamanya buruk, terkadang curhat membawa pencerahan dan ketenangan ketika isi hati dikeluarkan asal waktu dan kepada siapa curahan hati itu ditumpahkan sesuai.

Loh kok jadi panjang curhatan saya. Ya sudah, kembali kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: