Skip navigation

Aku dan Iin berjalan menyusuri Jalan Tubagus Ismail, menuju pasar simpang, kemudian ke Kafe Halaman yang terletak di pojok jalan Tamansari. Sebenernya naik angkot bisa saja, cuma dengan berjalan akan lebih leluasa buat kami bercakap.

“Masih lama kuliahnya In?”

“Gak kok, bentar lagi, paling dua atau tiga semester lagi… Elo sendiri?”

“Gue juga bentar lagi, lagi mau ambil TA… paling sama lah kalo rajin ngerjain TAnya, sambil ngulang mata kuliah yang jelek-jelek…”

Kurang lebih 15 menit kami menyusuri jalan, sampailah kami di tempat tujuan. Malam itu tidak terlalu ramai memang, hanya beberapa kursi yang terisi. Aku memilih tempat di sudut halaman itu. Seorang pelayan kemudian menyerahkan menu, aku biarkan Iin memilih sendiri apa yang diinginkan, dan aku, Calamary sebagai pembuka…

Iin memesan Mie Yamin ayam plus baso sedangkan aku Mie Ayam dengan pangsit. Sedangkan untuk minuman aku memesan orange juice, sedangkan Iin strawberry juice. Selesai memesan kami berbincang, mulai dari kuliah, masa SMA, sampe hal-hal yang bersifat pribadi.

“Elo anak keberapa Gun?”

“Gue anak sulung dari dua bersaudara. Adik gue cewe, masih sekolah di SMA kelas 1. Elo sendiri?”

“Gue anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak gue cowo dua-duanya. Jadi kayak yang dimanja gitu deh sama orang tua.”

“Emang manja kali…”

“hehehe…bisa aja lo…”

“biasanya anak bungsu, apalagi cewe itu manja banget, gak mau jauh dari orang tuanya.”

“Iya sih, tadinya juga gue gak mau kuliah di bandung, maunya kuliah di Jakarta, tapi apa daya keterimanya di Bandung.”

“Punya pacar In?”

“Hahahaha… elo pasti nunggu buat nanya itu dari tadi ya?”

“hahaha… iya… Is it that obvious?”

“Yeap, I can see it on your forehead… Gak, gue masih jomblo, udah hampir setahun ini sih… belom ketemu yang cocok aja kali yaa… Emang kenapa?”

“Hmm, gak, gak kenapa-kenapa…”

Dan kupu-kupu itu mulai beraksi lagi, menggelitik perutku, membuat mulutku terkunci rapat dan kaki-kaki bergetar… Calamari itu seakan tertawa begitu renyahnya dan aku hanya bisa mengumpat, “sialan!”

Dan saat itu, aku, Gunadharma Sanjaya… hanya bisa terdiam, lagi dan lagi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: