Skip navigation

“you cannot control what you cannot measure…” – Lord Kelvin

“every action comes with an equal reaction” – Newton

Prinsip dasar dalam “pengendalian” adalah “pengukuran”. Saya rasa ini berlaku universal, tidak hanya milik para insinyur proses atau instrumentasi. Dalam kehidupan sehari-hari juga demikian. Manusia merupakan sebuah sub-sub system dalam super system yang disebut semesta. Memang, suka atau tidak, hidup manusia sebagai sub-sub system terikat dengan sub-sub system yang lain. Sesama manusia, dan alam sekitarnya.

Bahkan mungkin, dalam tingkat tertentu manusia benar-benar saling terikat sehingga merasa dirinya merupakan bagian dari yang lain. Kita merasa mengetahui benar siapa sahabat kita, kekasih kita, mungkin saja. Tapi itu semua membutuhkan proses yang tidak sebentar. Perasaan sejiwa dan sehati itu lain cerita, namun ada hal yang menarik.

Pernah anda berselisih faham dengan sahabat anda?

Kekasih anda marah besar, seperti perang teluk dua dekade lalu?

Padahal, anda merasa tidak melakukan hal yang buruk dan benar-benar buruk. Anda melakukan sesuatu yang menurut sahabat atau kekasih anda buruk. Nah disinilah ilmu ukur mengukur tadi mengambil peranan. Ukuran kebaikan berbeda dengan ukuran kebenaran (euh, saya selalu tidak suka bila harus mendeskripsikan kebenaran… karena mestinya itu adalah hal yang mutlak, benar salah lebih hitam putih daripada baik buruk). Mengukur kebenaran itu lebih mudah, karena anda tinggal buktikan dengan logika. Namun mengukur kebaikan itu susah. Tidak ada skala yang jelas dalam ukuran kebaikan. Masing-masing orang, bergantung dari banyak hal, memilik skala kebaikan yang berbeda.

Inilah yang menyebabkan reaksi orang lain terhadap perbuatan yang kita lakukan bisa berbeda. Anda mungkin berbuat baik, sebagian orang menghargai perbuatan baik anda, sebagian lain mungkin mencibir, dengan berbagai alasan. Karena perbedaan-perbedaan skala kebaikan dalam diri seseorang inilah, anda tidak dapat mengukur sejauh mana perbuatan anda akan mendapat reaksi dari orang lain.

Sebagian orang akan bilang terima kasih, sebagian orang akan memuji, namun sebagian lagi mungkin merasa perbuatan atau sifat anda belum cukup baik. Siapa yang tahu. We cannot control how people react.

Sementara, diri kita sendiri mempunya skala kebaikan itu, yang tentu saja berbeda dengan orang lain. Up to some extent, mungkin kita masih berada dalam “range” yang sama dengan orang lain. Namun in other part, kita mungkin saja berada dibawah atau diatas “range” orang lain. Kita lah yang tahu sebatas mana kebaikan menurut diri kita. Karena kita bisa mengukur kebaikan itu berdasarkan skala yang kita punya. We can control our act because we can measure ourselves.

Sebenernya apa yang saya ingin sampaikan adalah hal yang sederhana. Kita punya skala kebaikan, dan diluar dari skala itu adalah keburukan. Usahakan untuk selalu berbuat baik, walau itu menurut skala kita, untuk tanggapan orang lain, jangan pedulikan. Kalau kita tahu apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang buruk, jangan lakukan… Karena perbuatan baik kita belum tentu merupakan hal yang baik untuk orang lain, apalagi perbuatan buruk? Yakinlah akan sesuatu, tidak pernah ada yang salah dengan melakukan perbuatan baik… namun sudah pasti salah melakukan hal yang buruk. Percayalah, yang punya kuasa mutlak dalam penjurian baik buruk adalah Allah SWT, tidak ada perbuatan baik yang tidak dicatat, dan tidak ada perbuatan buruk yang terlupakan.

Semoga kebaikan selalu bersama kita… 

One Comment

  1. ada sebuah tingkatan filososis yang sederhana, yakni: kebenaran, keadilan dan kebaikan.
    kebenaran adalah sumber segala kehidupan, dan keadilan adalah aturan yang menjaga kehidupan sesuai dengan tujuan dan maknanya…sedangkan kebaikan adalah isi dari jalannya kehidupan.

    jangan pernah menganggap kebaikan adalah sebuah keadilan..ada kala keadilan terkadang tidak terasa baik karena keadilan haruslah menjaga kehidupan. begitu juga, terkadang kebenaran tak terasa adil, karena kehidupan bersumber dari kebenaran bukan keadilan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: