Skip navigation

Setiap manusia pasti pernah bermimpi, mimpi indah atau bahkan mimpi buruk. Ketika bermimpi indah (atau mimpi basah :p) pasti kita enggan terbangun dan ingin meneruskan dan menuntaskan mimpi itu. Namun mimpi itu tak selamanya indah, terkadang lebih banyak mimpi buruk. Namun keduanya tidak nyata, beruntung kita masih dapat bangun meski kadang harus tertampar dengan realita.

Lain halnya dengan kehidupan, hidup itu lah yang mesti kita jalani. Kadang lebih indah dari mimpi terindah, tapi dapat juga lebih buruk dari mimpi buruk.

berjalan menelusuri butir pasir di Nusa Dua bersama sang tercinta

menghabiskan malam di Clarke Quay atau Boat Quay menikmati kepiting saus thai

berada di puncak mercu suar pantai Anyer, menangis bahagia bersama dengan melingkarnya cincin dijari manis

merasakan genggaman tangan penuh percaya dan cinta ketika mendaki menuju air terjun tujuh tingkat

Namun, setiap yang indah mesti berakhir, terkadang diakhiri dengan hal yang lebih buruk dari mimpi buruk, yang anda berharap mimpi itu segera berakhir.

Ketika cinta berakhir, atau bahkan , ketika cinta hanya sekedar angan-angan belaka. Meskipun anda berjuang sekuat hati bertahan layaknya batu karang di Sambolo, atau batu karas.

Ketika apa yang didapat hari ini tak cukup bahkan hanya untuk membeli sesuap nasi

Ketika rasanya tak sanggup lagi melangkah

Anda berharap mimpi ini segera berakhir, anda berharap ini hanya sekedar mimpi. Sadarlah… Ini bukan mimpi, ini nyata. Senyata sayatan pisau mengiris daging, senyata air mata yang keluar dari kelopak mata.

Tak ada yang bisa dilakukan, kecuali melanjutkan hidup! Hidup tak boleh berhenti karena suatu hal yang (sangat) buruk terjadi. Ingat… ini bukan akhir dunia! Percayalah bahwa dibalik segala sesuatu yang buruk, ada hikmah yang bisa dipetik. Percayalah bahwa DIA itu baik, dan hanya ingin memberikan yang terbaik pada mereka yang bersyukur.

Yang harus dilakukan adalah…

Istirahat sejenak… Ya istirahat sebelum mulai melangkah lagi. Layaknya orang yang tersesat di perjalanan, berhentilah untuk sejenak melihat peta, kompas dan perbekalan. Mulailah dari titik tersebut tanpa harus memulai dari awal lagi. Anda sudah berada disini… teruskan langkah, jangan menyerah.

Hidup memang keras, tapi kita mesti lebih keras dari hidup.

Orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang, tapi orang yang bangkit setiap saat mereka jatuh. Orang yang tak pernah menyerah terhadap hidup.

Saya ada disini, sedang beristirahat, mengisi kembali energi untuk berjalan lagi. Melihat peta dan kompas serta perbekalan. Ada yang mau ikut?

Saya tak ingin menawarkan kendaraan, yang saya ingin tawarkan adalah jalan. Mari berjalan bersama, mencari mimpi yang dapat kita bagi dan nikmati bersama…

One Comment

  1. salam kebaikan,
    tuturan makna yang mencerahkan. layaknya pengembaraan menuju kesempurnaan sehingga kesempurnaan bukan sebuah titik akhir tetapi sebuah lintasan.

    it’s different between knowing the path and living the path.

    salam makna,

    muntazhar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: