Skip navigation

Sebentar lagi akan datang bulan Ramadhan, bulan dimana umat Islam akan menjalankan ibadah puasa. Penentuan awal bulan Hijriyah dilakukan dengan melihat posisi bulan terhadap matahari dan bumi. Ada dua cara menentukan posisi bulan, yang pertama dengan wujudul hilal (pembentukan bulan baru) seperti yang digunakan oleh Muhammadiyah, yang kedua dengan melihat terbentuknya bulan baru, digunakan oleh NU dan pemerintah.

Berikut perkiraan posisi bulan pada saat matahari terbenam dari tanggal 18 Juli hingga 20 Juli dan 17 Agustus hingga 19 Agustus. Pemerintah akan melakukan Rukyat pada tanggal 19 Juli untuk penetapan 1 Ramadhan dan 18 Agustus untuk penetapan 1 Syawal.

Jakarta

Juli 18
Matahari Terbenam pukul  17:52
Posisi bulan pukul 17:52:  tinggi      -10.2 derajat (dibawah ufuk)  posisi 288.1 derajat (dari arah utara searah jarum jam)

Juli 19

Matahari terbenam pukul 17:52,
Posisi bulan pukul 17:52: tinggi       1.7 derajat   (diatas ufuk)   posisi 286.3 derajat

Juli 20
Matahari terbenam: 17:52
Posisi Bulan:    tinggi  13.2  derajat, posisi 284.3 derajat

Kemungkinan terjadi perbedaan penetapan awal Ramadhan, yang menganut wujudul hilal, maka pada tanggal 19 Juli, bulan baru sudah terbentuk, sehingga sudah masuk tanggal 1 Ramadhan dan puasa hari pertama akan dimulai pada tanggal 20 Juli. Akan tetapi, jika dilakukan rukyat, hilal akan sulit terlihat karena posisi bulan yang rendah. Sehingga belum dapat dikatakan masuk tanggal 1 Ramadhan, oleh karena itu puasa hari pertama akan dimulai pada tanggal 21 Juli.

Agustus 17
Matahari terbenam pukul 17:53

Posisi bulan pukul 17:53: tinggi       -5.1 derajat (dibawah ufuk)       posisi 279.0 derajat

Agustus 18
Matahari terbenam pukul 17:53
Posisi bulan pukul 17:53:  tinggi 7.1 derajat (diatas ufuk)    posisi  275.7 derajat

Agustus 19
Matahari terbenam pukul 17:53
Posisi bulan pukul 17:53:  tinggi     19.4 derajat (diatas ufuk) posisi      272.0

Sedangkan untuk penetapan tanggal 1 Syawal, kemungkinan tidak akan terjadi perbedaan baik dengan wujudul hilal maupun rukyat. Menurut wujudul hilal, bulan baru akan muncul pada saat matahari terbenam tanggal 18 Agustus, yang artinya sudah masuk ke tanggal 1 Syawal dan tanggal 19 Agustus adalah Hari Raya Idul Fitri. Posisi bulan yang cukup tinggi pada saat dilakukan Rukyat pada tanggal 18 Agustus memungkinkan untuk hilal dapat terlihat, sehingga bulan baru dapat dipastikan dan sudah masuk tanggal 1 Syawal.

Untuk tahun 2012, kemungkinan terjadi perbedaan penetapan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah namun untuk 1 syawal kemungkinan besar jatuh pada hari yang sama.

About these ads

2 Comments

  1. Dari 1.7• ke 2• itu butuh berapa lama?

    • Hmm bukan berapa lama sih sebenernya. Tapi pengamatan bulan dilakukan pada saat matahari terbenam. Dan pada saat matahari terbenam tgl 19 Juli 2012, posisi bulan 1.7 derajat diatas ufuk. Selanjutnya bulan makin turun. Posisi bulan 2 derajat sebelum matahari terbenam… jd blm dapat dibilang bulan baru.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: