Skip navigation

Kalo lagi nyetir, saya suka dengerin radio/CD, belakangan selalu dengerin Motion 97.5 FM. Selain karena lagu-lagunya enak, penyiarnya juga lucu dan menghibur.

Nah, penyiarnya kadang suka menyelipkan iklan produk sponsor di acara mereka masing-masing. Salah satu produknya adalah GT Radial Champiro Eco.

Bunyi iklannya kurang lebih seperti ini:

“Jalan Jakarta macet, kalo macet bikin boros bahan bakar. Makanya pake GT Radial Champiro Eco atau Champiro HPY, ban yang ramah lingkungan dengan teknologi nano silica yang memaksimalkan penggunaan bahan bakar sehingga lebih irit tapi dengan daya cengkram yang optimal disegala kondisi jalan.”

Nah, ini yang menurut saya agak kurang masuk akal. Apa hubungannya antara ban dan irit bahan bakar ketika macet? Ya namanya juga macet, kendaraan nyaris gak bergerak. Mau pake ban apa juga sama aja bukan, kendaraannya tetep gak bergerak! Apa dengan pake GT Radial Champiro Eco lantas jadi lebih lancar atau malah bikin mobil terbang sehingga bebas dari kemacetan? Mbuh, tanya sama yang bikin iklannya.

Atau mungkin maksudnya kalo pake GT Radial Champiro Eco ini bisa bikin irit konsumsi BBM secara rata-rata untuk setiap kondisi jalan?

Jika demikian, mungkin saya tertarik, karena saya rata-rata mengemudi sejauh 100 km perhari dengan konsumsi bbm 12.5 l/100 km. Nah pertanyaan selanjutnya, berapa banyak penghematan? Signifikankah penghematan tersebut dibandingkan dengan menggunakan ban produksi pabrikan lain? Sudah teruji secara ilmiah atau paling tidak pembuktian empiris dengan road test? Berapa lama ban akan mengalami keausan sehingga harus diganti?

Saya mengajukan pertanyaan tersebut karena saya merasa bodoh jika percaya saja dengan klaim iklan. Akan sangat disayangkan bila si pembuat iklan menganggap konsumen mereka akan serta merta percaya dengan marketing gimmick tersebut, karena dengan demikian mereka secara tidak langsung menganggap konsumen mereka bodoh dan tidak kritis.

Saya pernah menanyakan hal ini lewat akun twitter @MOTION975FM, seperti screen shot dibawah,


tapi hanya mendapat jawaban on-air sebagai berikut.

“Buat mas Ari, silahkan ditanyakan ke toko ban.”

Sebuah jawaban yang mengecewakan tentunya.

 

Terdorong dari kesulitan beberapa teman mencari asisten rumah tangga sejak menjelang lebaran hingga setelah lebaran, gue kemarin terbersit ide, bagaimana kalo dibuat semacam online pooling asisten rumah tangga, semacam jobsdb tapi khusus untuk pekerja domestik seperti asisten rumah tangga, pengasuh, sopir, tukang kebun. Yah gue sih cuma bisa kasih ide, tp gak bisa eksekusi yang model online gini. Sama mungkin investasi dikit kayak beli domain sama hosting bisa lah.

Yang kepikiran sama gue content onlinenya berisi:

- Database dari para asisten rumah tangga

- halaman sign up dan login untuk asisten rumah tangga yang mencari pekerjaan

- halaman untuk mengisi data diri calon asisten rumah tangga

- halaman search untuk mencari calon asisten rumah tangga yang diinginkan oleh user, berisi filter seperti usia, jenis kelamin, skill dasar

- halaman untuk penyalur (belum dipikir seperti apa)

Yang kepikiran sama gue soal nama domainnya caripembantu.com

Bagi yang tertarik bergabung dan mempunyai kemampuan sebagai web developer dengan senang hati saya persilahkan untuk bersama kita pikirkan dan eksekusi, saya sih cuma ide dan konsep aja. Ini kerja idealis aja sih, maksudnya jangan ngarep profit apalagi sampe dibeli google :D .

They talked about the Ariel-porn gate

They talked about corruption in the country

They talked about injustice

They talked about all the shit things that happened in this sinful heaven

How about me?

I don’t give a fuck of what they are saying…

Talk is cheap, talk is easy, especially talking in anonymity from your fucking comfort zone.

Awareness you say? I’m aware, then what?!

Hey!

Gak kerasa loh, sebentar lagi saya genap 7 tahun berkecimpung di bidang yang saya geluti sekarang, sebagai seorang process engineer. Banyak sudah yang saya dapatkan di pekerjaan ini, pekerjaan ini membawa saya menetap di Singapura selama hampir 2 tahun sebelum akhirnya kembali ke Jakarta dan berada di posisi sekarang ini.

Saya memulai karir di sebuah perusahaan Engineering, Procurement and Construction utamanya di bidang migas di awal 2004, perusahaan lokal cukup ternama. Setahun kemudian saya pindah ke Engineering firm multi nasional di Jakarta yang cukup besar, mungkin salah satu yang terbesar di dunia. Hampir tiga tahun saya bekerja di perusahaan ini sebelum akhirnya mendapat tawaran di Singapura dari sebuah EPC asal Norwegia yang membuka cabang di sana. Selanjutnya ya seperti yang saya tulis di atas, kembali ke Jakarta, tapi masih di dunia yang sama hanya saja dengan tanggung jawab yang lebih saat ini.

Tujuh tahun, jenuh?

Ya terkadang terasa jenuh sih. Tujuh tahun mengerjakan hal yang sama berulang-ulang. Kadang terlintas untuk mengubah karir, mencoba hal baru, cari pengalaman baru. Lalu masalahnya apa?

Banyak!

Pertama, comfort zone

Bisa dibilang saya dan karir saya ada dalam comfort zone. I’m 30, young, passionate, yet sitting fairly easy at my current postion. Kalau saya pindah karir, relakah saya memulai dari awal lagi? Meninggalkan comfort zone saya yg memberikan lebih dari apa yg saya butuhkan?

Kedua, Apa yg bisa saya lakukan?

Seumur saya, saya hanya mengerjakan satu hal, bekerja sebagai process engineer. And I’m good at it. Dan ketika ditanya, kalau pindah karir, mau jadi apa? To be honest, I don’t know.

Nah terus jadi maunya apa?

Ya saya maunya hilang rasa jenuh. I mean I love my job (if not, why would I stay in this field for years?).
Mungkin orang merasa jenuh karena apa yg diperoleh lebih dari yang dibutuhkan :)

Gak kerasa, tahun 2010 sudah hampir abis, bentar lagi tahun baru, 2011. Gue sendiri ada target yang belum tercapai di tahun 2010. Niatnya pengen menghasilkan suatu tulisan atau buku diawal tahun, tapi yaa boro-boro… gak sempet euy! Apalagi disela-sela tuntutan pekerjaan, klasik memang. Tapi ya gitu deh, seperti quote dari Uncle Ben si Peter Parker, with great power comes great responsibility. Alhamdulillah,  gue sekarang udah setahun kerja di Jakarta dan ya dalam waktu setahun dipercaya jadi Lead Process Engineer, yang ngebawahin errr… 20 orang? *lupa anak buah sendiri ada berapa*.

Jadi apa yang baru di 2011?

InsyaAllah, gue merencakan untuk menikah dengan tunangan gue. Lamaran juga udah dilaksanakan di kediaman orang tua tunangan gue. Jadi ya tunggu aja update-nya tahun depan! Doakan lancar yaaa!

Selebihnya gak ada yang baru sih, tahun depan mungkin bakal jadi tahun yang sibuk buat gue, selain kerjaan juga sibuk persiapan-persiapan untuk hari-H. Dan sambil berharap, ya boleh donk berharap… kesempatan buat terbang terbuka dan gue bisa terbang lagi. Kali ini gak single fighter tapi udah ada yang dampingin. Yuk sama-sama berdoa, semoga tahun yang baru nanti membawa berkah lebih untuk kita semua! Amin.

Selamat Tahun Baru yaaa!

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.